BAGIAN
1 (SATU)
1. Prinsip
Kerja Client Server
Prinsip kerja client server, pada dasarnya juga bergantung
dengan lapisan di bawahnya, yaitu transport. Komunikasi antara client
bergantung pada lapisan ini. Komunikasi yang lebih rendah ini menggunakan
packet sebagai bentuk data yang dikirim, paket ini diberikan header yang
mengindikasikan informasi tujuan dan asal.
Protocol untuk pengiriman paket bermacam-macam, yang populer adalah TCP, dan UDP. Biasanya, komunikasi client server bersifat penting, dan tidak boleh ada data yang hilang, maka protocol TCP yang digunakan. Kenapa? Karena TCP melakukan proses tanya jawab, TCP memastikan target menerima pesan dari asal.
Protocol untuk pengiriman paket bermacam-macam, yang populer adalah TCP, dan UDP. Biasanya, komunikasi client server bersifat penting, dan tidak boleh ada data yang hilang, maka protocol TCP yang digunakan. Kenapa? Karena TCP melakukan proses tanya jawab, TCP memastikan target menerima pesan dari asal.
Gambar. 1
TCP mengirimkan paket, lalu menunggu tanda dari target,
apakah dia menerima paket tersebut. Apabila tidak, maka TCP akan mengulangi
mengirim paket tersebut. Begitu seterusnya, sampai paket yang dikirim sampai
tujuan semuanya. Namun, karena proses tanya-jawab antara asal dan target
mengenai sampainya paket ini terus terjadi, TCP lebih lambat dan memakan
resources lebih besar.
Berbeda dengan UDP. UDP tidak peduli apakah data sudah
terkirim dan diterima oleh target. UDP sangat cocok untuk komunikasi yang tidak
begitu penting, misalkan dalam sebuah game, dimana client dan server saling
memberitahukan keadaan pemain sekarang. Karena UDP tidak begitu peduli, maka
kejadian seperti LAG bisa terjadi. Namun, UDP tidak melakukan proses tanya
jawab seperti TCP, sehingga komunikasi terjadi lebih cepat.
Gambar. 2
UDP hanya menyebarkan informasi, tidak peduli apakah client
menerimanya dengan sempurna atau tidak.
Lalu bagaimana komunikasi client – server berlangsung? Kita akan ambil contoh, proses komunikasi client server antara web browser dengan web server.
Lalu bagaimana komunikasi client – server berlangsung? Kita akan ambil contoh, proses komunikasi client server antara web browser dengan web server.
Web server, sebagai penyedia halaman web, dinyalakan. Dia
hanya diam dan menunggu untuk kedatangan client.
Gambar. 3
Web server akan terus dalam posisi menunggu sampai ada
client yang meminta layanan darinya.
Web browser dan web server sama-sama mempunyai protocol yang sama, yaitu HTTP. HTTP kependekan dari Hyper Text Transfer Protocol adalah protocol untuk bertukar informasi dalam bentuk hyper text.
Web browser dan web server sama-sama mempunyai protocol yang sama, yaitu HTTP. HTTP kependekan dari Hyper Text Transfer Protocol adalah protocol untuk bertukar informasi dalam bentuk hyper text.
Gambar. 4
Bagaimana protocol HTTP itu? Protocol HTTP mempunyai 2
bagian, header dan content. Bagian header untuk meminta data dari server
berbeda dengan header untuk mengirim dari server.
Bagaimaa HTTP memisahkan antara bagian header dan content?
Jawabanya dengan baris kosong. Antara content dan header, ada sebuah baris
kosong.
Menunggu Client Proses Client Header HTTP digunakan untuk
memberikan informasi tentang content. Jadi ketika server membacanya, dia tahu
bahwa client ingin mengirim data dengan metode POST, ke halaman index.php dengan
protocol HTTP versi 1.1.
Server mengetahui bahwa data yang dikirim sepanjang 4 bytes,
dan akhirnya server mendeteksi adanya baris kosong, inilah saatnya server
membaca data yang masuk bukan sebagai header lagi, tapi sebagai content.
Server akan melakukan proses data, menjalankan program untuk mengakses database apabila diperlukan, melakukan akses ke berbagai berkas di server apabila diperlukan, hingga akhirnya server mendapatkan sumber daya atau hasil yg bisa diberikan kepada client.
Server akan melakukan proses data, menjalankan program untuk mengakses database apabila diperlukan, melakukan akses ke berbagai berkas di server apabila diperlukan, hingga akhirnya server mendapatkan sumber daya atau hasil yg bisa diberikan kepada client.
Akhirnya, masih dengan menggunakan protocol HTTP, server
mengirim kembali data hasil pemrosesan tadi.
Gambar. 5
Web browser akan menganalisa hasil keluaran dari server, dia
aka membaca bahwa server memberikan balasan versi protocol HTTP 1.1. Kode HTTP
200, berarti OK, server memproses permintaan dengan lancar, tidak ada
kesalahan. Sisanya server memberi tahu informasi tentang content utama yang
diminta.
Gambar. 6
Cara penerapan protocol, data masuk akan diparsing atau diterjemahkan.
Program membaca data yang masuk dan mengambil informasi yang dibutuhkan. Setelah
data yang penting didapatkan, maka program melakukan penyesuaian format,
sehingga hasil dari protocol tersebut bisa seragam. Keseragaman hasil protocol
inilah yang membuat client server memahami protocol masing-masing.
Gambar. 7
Keseragaman ini bisa dilihat di protocol HTTP, dimana semua
data yang diberikan akan dirubah sesuai format protocol HTTP, yaitu adanya
header, dan adanya content. Server atau client melakukam hal yang sama, mereka
membuat header dan juga content sesuai dengan data yang sedang mereka proses.
2. Penjelasan
Sistem Operasi Server
Sistem operasi server, tidak berbeda layaknya
seperti sistem operasi
desktop biasa. Mereka bisa dipasang berbagai
macam aplikasi, digunakan untuk manipulasi teks, bermain game. Hanya saja,
mereka dikhususkan untuk menangani jaringan lebih cepat dari biasanya, dengan mengorbankan
beberapa fitur sistem operasi desktop.
Kenapa harus menggunakan sistem operasi server?
Pasalnya, sistem operasi server telah dikhususkan untuk keperluan jaringan,
kemampuan mereka sudah dioptimalkan untuk mengatasi hubungan dengan jaringan. Seperti
multi-user, kemanaan, stabilitas dan kolaborasi.
Ada berbagai macam sistem operasi server di
luar sana, yang menguasai pasar populer menengah adalah Windows Server dan
Linux.
Gambar. 8
Pembeda antara server Linux dan Windows
Server adalah Windows Server dilengkapi dengan software-software komersil dari
Microsoft. IIS sebagai web server, .NET sebagai platform (yang berarti
mendukung semua bahasa pemrograman yang berjalan di atas .NET), WCF sebagai web
service, sharepoint untuk kolaborasi, dan Team Foundation Server untuk
repository dan kerja tim.
Bukan berarti Windows Server hanya terbatas
dengan aplikasi di atas, baik Linux atau Windows Server bisa ditambahkan
software lainya yang mendukung kerja mereka.
Linux, hampir semua software bisa dipasang
di sini, bedanya software yang dikhusukan untuk Windows
Server tidak akan bisa dipasang di sini,
terlebih lagi software komersil dari Microsoft.
Gambar. 9
Arsitektur server sederhana, server terdiri
dari 2 komponen utama, software dan hardware. Software terdiri dari sistem
operasi, sistem operasi bisa menampung aplikasi-aplikasi web server, DNS
server, DHCP server, dll. Hardware menampung perangkat-perangkat keras di mesin
server.
Apa saja tugas atau aplikasi yang bisa di
pasang di sistem operasi server?
Gambar. 10
Fitur-fitur yang biasa didukung oleh sistem
operasi server, yang bisa dipasang didalamnya adalah seperti aplikasi untuk
berbagi file dan printer, layanan database, web, perpesanan, atau terminal.
Berbagi File dan Printer
Layanan ini memungkinkan banyak pengguna
bisa berbagi file yang berada di server, mereka juga bisa menggunakan satu
printer bersama-sama untuk melakukan suatu pekerjaan tanpa harus melakukan
koneksi langsung dengan printer.
Gambar. 11
Layanan Database
Database berfungsi untuk menyimpan data,
penggunaan layanan database biasanya difasilitasi software pihak ketiga, yang
menggunakanya untuk mempermudah akses ke dalam database.
Gambar. 12
Layanan Halaman Web
Halaman web, dengan protocol HTTP
disediakan bagi pengguna untuk melihat sebuah halaman HTML. Layanan ini
biasanya juga menggunakan layanan database, dengan menggunakan bahasa
pemrograman yang bisa berjalan di atas web server.
Gambar. 13
Layanan Perpesanan
Mengirim e-mail, group e-mail, atau
melakukan perpesanan biasa bisa difasilitasi oleh sistem operasi server.
Pengguna bisa mengirim pesan terhadap satu orang, atau menggunakan group e-mail
dan mengirim pesanya ke semua orang dalam group tersebut, atau chatting dengan
pengguna lainya secara langsung.
E-mail
Gambar. 13
E-mail Group
Gambar 14.
Layanan Terminal
Layanan terminal, berfungsi untuk
menjalankan aplikasi di server. Client hanya menerima tampilanya saja, semua
gerakan client, seperti mouse, dan keyboard terkirim ke server dan server
memprosesnya.
Seorang client membuka Microsoft Word, maka server hanya memberikan tampilan Microsoft Word, ketika client mengetikkan huruf ‘A’, maka data terkirim ke server dan server yang melakukan proses sebenarnya. Setelah proses selesai, server memberikan tampilan Microsoft Word setelah proses kembali kepada client.
Seorang client membuka Microsoft Word, maka server hanya memberikan tampilan Microsoft Word, ketika client mengetikkan huruf ‘A’, maka data terkirim ke server dan server yang melakukan proses sebenarnya. Setelah proses selesai, server memberikan tampilan Microsoft Word setelah proses kembali kepada client.
Gambar 15.
3. Memilih
Sistem Operasi
Memilih sistem operasi yang tepat
menentukan kinerja server kita. Salah satu server yang mudah dipelajari dan
mudah didapat, didukung komunitas yang besar dan gratis, bisa digunakan untuk
belajar adalah Linux.
Sebelum memilih server, kita harus memberikan kriteria apa saja yang kita butuhkan. Biasanya, yang dicari saat menentukan sistem operasi adalah,Apabila kita hendak membuat aplikasi perusahaan besar, maka sistem operasi gratis sudah tidak bisa lagi mendukung kebutuhan kita.
Sebelum memilih server, kita harus memberikan kriteria apa saja yang kita butuhkan. Biasanya, yang dicari saat menentukan sistem operasi adalah,Apabila kita hendak membuat aplikasi perusahaan besar, maka sistem operasi gratis sudah tidak bisa lagi mendukung kebutuhan kita.
Gambar. 16
Dibutuhkan sistem operasi yang memang
ditujukan untuk perusahaan besar, seperti Solaris, IRIX, AIX, HP-UX, dll. Untuk
media pembelajaran, sistem operasi gratis seperti Linux sudah lebih dari cukup
untuk memehuni kebutuhan kita.
Lisensi ServerAda berbagai macam
jenis lisensi yang diberikan saat memilih server. Server gratis seperti Linux,
tidak perlu kerumitan untuk menentukan lisensinya. Tapi, server berbayar
seperti Windows Server, atau Solaris membutuhkan lisensi yang tentunya tidak
semudah lisensi gratis. Beberapa dari vendor sistem operasi menerapkan jumlah
pengguna yang menggunakan server sebagai penentuan lisensinya, seperti Windows
Server. Vendor lainya menentukan lisensi berdasarkan jumlah CPU yang terpasang
di server. Windows Server juga menggunakan lisensi alternatif ini, begitu juga
dengan Solaris. Memilih lisensi server yang tepat menentukan faktor skalabilitas
dari server yang dibuat. Lisensi dengan menghitung jumlah CPU, menuliskan di
perjanjian lisensinya bahwa jumlah pengguna yang menggunakan server tidak
terbatas. Jenis lisensi ini sangat fleksibel karena biasanya jumlah pengguna
berubah lebih cepat daripada jumlah CPU atau spesifikasi hardware.
Pemasangan Sitem Operasi Server Linux
Debian
Untuk pembelajaran, sistem operasi server
Linux sudah cukup. Ada beberapa varian dari sistem operasi Linux, seperti
Ubuntu, CentOS, Fedora, Debian, dll. Debian merupakan salah satu sistem operasi
yang sudah cukup lengkap, dilengkapi dengan berbagai aplikasi server, dan bisa
digunakan dengan mudah dan gratis.
Instalasi sistem operasi server hampir sama dengan instalasi sistem operasi biasa.
Instalasi sistem operasi server hampir sama dengan instalasi sistem operasi biasa.
1. Menentukan
lokasi instalasi
2. Alokasi
partisi.
3. Menentukan
informasi akun utama (root).
4. Menentukan
informasi tentang server.
Persiapan InstalasiSebelum melakukan
instalasi, ada beberapa perlengkapan yang harus dimiliki. Satu PC yang akan
dijadikan server, juga master Debian. Master Debian bisa didapatkan dengan cara
membeli di toko komputer atau jasa persewaan software.
Bagi yang ingin mengunduh sendiri master
Debian bisa dari
Setelah mengunduh, pastikan mempunyai
minimal 3 DVD kosong, lalu bakar hasil unduhan Debian ke tiap DVD. Setelah
semua perlengkapan siap, kita bisa melanjutkan ke proses instalasi Debian.
Sumber : Buku Administrasi Server
Kurikulum 2013
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar